Jakarta, 18 Juli 2020.  Sudah menjadi rahasia umum bahwa akhir pekan merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh semua orang setelah lelahnya beraktivitas selama seminggu ini. Kendati demikian, hal tersebut bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Mengisi akhir pekan kali ini akan lebih baik jika ditemani dengan suatu hal yang positif dan bermanfaat seperti yang ditawarkan oleh Pertaminta Foundation.

Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina bersama-sama melakukan Live Instagram di laman pribadi masing-masing dengan tujuan untuk menginformasikan suatu program dari Pertamina Foundation yang sedang berlangsung saat ini. Pada siaran langsung tersebut, Agus Mashud S. Asngari selaku Presiden Direktur dari Pertamina Foundation ditunjuk sebagai Pemateri, sementara Diannisa Scheherezade selaku mahasiswi Universitas Pertamina sekaligus Puteri Indonesia Kalimantan Timur 2020 sebagai moderator dan pemandu acara. Salah satu program yang dibahas pada bincang-bincang akhir pekan ini yaitu program di bawah naungan PF Sains, disebut dengan Kompetisi Sobat Bumi 2020 dengan mengusung tema EBT (Energi Baru dan Terbarukan).

Kompetisi Sobat Bumi 2020 yang bergerak di bidang proyek inovasi EBT (Energi Baru dan Terbarukan) ditujukan untuk semua generasi muda di Indonesia di mana periode pendaftaran akan berakhir pada akhir bulan Juli ini. Selama kompetisi tersebut berlangsung, 25 peserta dengan proposal terbaik akan diminta untuk membuat video animasi dari prototype yang dihasilkan. Lalu, di akhir acara, pemenang dari kompetisi Sobat Bumi 2020 tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan karya inovasi energi alternatif yang telah dirancang bersama dengan Pertamina Foundation serta akan mendapatkan piala menteri dari Kementrian Riset dan Teknologi. Kompetisi Energi Baru dan Terbarukan yang memfokuskan terhadap ide kreatif serta inovasi ini diharapkan mampu menghasilkan energi alternatif yang nantinya akan digunakan di daerah-daerah terisolir seperti daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sampai saat ini belum terjangkau akan kebutuhan energi tersebut.

Kompetisi ini terbagi menjadi empat tahapan dan semua tahapan tersebut akan disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19, “Pertama adalah tahap registrasi, dimana para peserta kompetisi diminta untuk mengirimkan abstraksi atau outline proposal terkait inovasi yang ingin diimplementasikan. Setelah melalui tahap registrasi, dipilih sebanyak 25 orang yang diwajibkan untuk mengirimkan video animasi prototype inovasi para peserta. Para peserta kompetisi akan diberikan stimulan sebesar 2.5 juta untuk membantu proses pembuatan video. Selanjutnya, dari 25 peserta akan diseleksi hingga menjadi 10 peserta yang diminta untuk menyempurnakan video dan menambahkan panduan cara kerja dari prototype mereka dengan stimulan yang diberikan sebesar 10 juta. Para peserta yang sudah berhasil melalui tiga tahapan tersebut, akan menjalankan tahap akhir dengan mengikuti EBT Camp sekaligus akan diumumkan pemenang dari kompetisi”, pungkas Agus dalam menyampaikan penjelasan mengenai tahapan Kompetisi Sobat Bumi EBT 2020. Dalam kompetisi ini, kriteria-kriteria yang dibutuhkan dari para peserta adalah orisinalitas ide atau inovasi dan kemanfaatan inovasi EBT para peserta bagi masyarakat, khususnya untuk menjawab permasalahan kesulitan energi di daerah 3T dan perbatasan. Agus menambahkan bahwa para peserta kompetisi akan mendapatkan keuntungan-keuntungan besar, antara lain mentoring dan monitoring langsung oleh praktisi EBT, antara lain dari Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan (GEBT) Pertamina, Universitas Pertamina, dan Kementerian terkait serta mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 500 juta dan Piala Menteri Riset Teknologi bagi pemenang kompetisi.

 

Adapun keadaan selama Live Instagram berlangsung, antusiasme dari para calon peserta kompetisi terbilang cukup luar biasa, hal tersebut dibuktikan dari banyaknya pertanyaan yang diutarakan oleh mereka di kolom komentar, seperti pertanyaan mengenai apakah ada batasan untuk biaya dari produk EBT yang dihasilkan, apakah kompetisi ini bisa diikuti oleh pelajar SMA, atau bahkan pertanyaan mengenai perpanjangan waktu untuk pendaftaran kompetisi tersebut. Semua pertanyaan-pertanyaan itu dijawab oleh pak Agus Asngari dengan sangat jelas dan lugas sehingga para pengguna Instagram yang mengikuti siaran langsung itu pun mengerti sampai akhirnya tertarik dengan perbincangan mengenai Kompetisi Sobat Bumi 2020. Tak hanya itu, pak Agus Asngari pun menyinggug beberapa program dari Pertamina Foundation lainnya seperti PF Prestasi, PF Bangkit dan PF Muda yang tak kalah kerennya. Hal itu semakin membuat para audiensi bersemangat mengikuti acara ini.

Di akhir siaran langsung, terdapat satu ulasan dari salah satu pengguna media sosial Instagram yang merasa beruntung telah menyimak Live Instagram tersebut. Akun yang bernama saropahneneng itu mengucapkan, “Keren parah, terinspirasi dan termotivasi banget. Terima kasih ilmunya @pertamina.foundation. Sering-sering,” katanya dengan meninggalkan emoji ‘heart eyes face’, pertanda ia sangat senang. Melalui Kompetisi Sobat Bumi 2020 ini, diharapkan para generasi muda bisa berkontribusi untuk negeri dengan cara ikut andil dalam menciptakan energi alternatif bagi daerah yang membutuhkan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup para penduduk sekitarnya.