Rabu, 05 Agustus 2020. Pada Selasa (04/08) Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menjadi bintang tamu dalam acara Ngobar atau Ngobrol Bareng yang diselenggarakan oleh MNC Trijaya FM. Acara tersebut berdurasi satu jam yaitu sekitar pukul 15.00 s/d 16.00 dan ditayangkan secara daring melalui aplikasi RCTI+, laman Instagram, Facebook serta kanal Youtube dari MNC Trijaya FM. Dipandu oleh host yang luar biasa, Gaib Maruto Sigit selaku pemimpin redaksi, membuat bincang-bincang siang itu terasa sangat menarik, ditambah lagi dengan tema yang tentunya semakin menambah antusias para warganet yang menyaksikan acara ngobar tersebut yaitu aksi kemanusiaan di tengah pandemi.

Di awal acara bincang-bincang tersebut, Agus Mashud S. Asngari selaku Presiden Direktur dari Pertamina Foundation mengungkapkan seperti apa Pertamina Foundation itu sendiri, di mana peran yayasan itu sebagai perpanjangan tangan dari CSR Pertamina yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. Dalam tugasnya, Pertamina Foundation mengakomodir isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat dan menjadi fokus kementrian BUMN melalui program-program yang dimiliki. Selain itu, Agus juga mengungkapkan beberapa program yang sudah sukses sebelumnya dan cukup dikenal oleh masyarakat seperti program Pertamina Soccer School yang kita kenal dari film Laskar Pelangi dan seluruh pemain laskar pelangi diberikan beasiswa oleh Pertamina Foundation, program 100 juta pohon serta mengirimkan guru ke daerah-daerah pelosok di Indonesia yaitu program Relawan Guru Sobat Bumi. Semua program itu bertujuan agar Pertamina Foundation tidak hanya menjadi yayasan terbaik di Indonesia, namun juga setara dengan World Class Foundation.

“Kita mempunyai gerakan yang luar biasa, yaitu, We create, we give and we collaborate,” pungkas Agus terkait misi mereka dalam membentuk World Class Foundation di tahun 2035. Untuk mewujudkan hal itu, Pertamina Foundation mempunyai 5 program andalan yang disebut dengan PF-Series, diantaranya PFPrestasi, PFSains, PFMuda, PFPreneurs dan PFBangkit. Program dari PF-Series ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang tentunya sangat bermanfaat bagi semua orang.

Terkait dengan Covid-19, Gaib Maruto Sigit selaku host mengaku penasaran dengan gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh Pertamina Foundation selama pandemi menyerang. “Pandemi Covid-19 ini datang secara tiba-tiba, tidak ada yang mengetahui bahkan siap menghadapi peristiwa seperti ini, baik LSM, perusahaan ataupun negara. Pandemi ini tentunya mempunyai dampak yang sangat signifikan kepada masyarakat. Maka dari itu, peran Pertamina Foundation sangat dibutuhkan dalam hal ini, terlebih lagi dengan berbagai macam program yang sudah dirancang sebelumnya dan pastinya tetap harus dilaksanakan,” ungkap Gaib terkait gerakan kemanusiaan yang sudah, sedang ataupun akan dilaksanakan oleh Pertamina Foundation.

Seperti yang kita tahu, sudah lima bulan Indonesia diserang oleh wabah Covid-19. Hal tersebut berdampak negatif terhadap beberapa sektor seperti sektor ekonomi dan sektor pendidikan. Wabah Covid-19 mengakibatkan pendapatan ekonomi menurun, banyak perusahaan terpaksa harus memberhentikan para pegawainya dikarenakan kurangnya pemasukan. Hal itu tentunya berakibat buruk bagi para pegawai dan mengakibatkan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak hanya itu, dilihat dari sektor pendidikan, banyak lembaga pendidikan yang akhirnya harus melakukan kegiatan belajar megajar secara daring dan tentunya hal itu akan cukup sulit dilakukan oleh pelajar maupun mahasiswa karena tidak semua orang bisa dengan mudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran seperti itu. Ditambah lagi dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli pulsa dan kuota yang tentunya tidaklah murah. Untuk menjawab semua itu, Pertamina Foundation mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi keadaan tersebut dan menjadi layanan terbaik bagi para masyarakat terdampak Covid-19, yaitu melalui seluruh program andalannya yang tetap diluncurkan meski di tengah pandemi seperti ini.

Dalam menghadapi situasi pandemi seperti ini, Pertamina Foundation menginvestasikan seluruh dana yang dimiliki terhadap semua area digital resmi seperti website ataupun media sosial. Jadi, dengan pengambilan keputusan seperti ini, Pertamina Foundation mengharapkan agar seluruh program dapat diakses melalui perangkat-perangkat digital sehingga program-program dapat dilaksanakan secara daring. Seperti contoh program PFPrestasi yang sudah berjalan April lalu, yaitu Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2020, di mana mulai dari proses pendaftaran sampai terpilihnya beswan dilakukan secara daring. Selain itu, Pertamina Foundation juga tengah meluncurkan program andalan dari PFSains yaitu Kompetisi Sobat Bumi 2020 Proyek Inovasi Energi Baru & Terbarukan bagi para generasi muda kreatif dan inovatif di Indonesia, yang juga dilaksanakan secara daring. Tidak sampai disitu, program PF Bangkit yang berdampak sangat besar dalam penanggulangan virus corona pun dilakukan secara digital, mulai dari penggalangan dana sampai pelaporan. Kendati demikian, penyaluran bantuan tetap dilakukan secara tatap muka langsung dengan masyarakat terdampak namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Beberapa penyaluran bantuan bagi masyarakat yang sudah dilaksanakan selama pandemi

Rabu, 05 Agustus 2020. Pada Selasa (04/08) Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menjadi bintang tamu dalam acara Ngobar atau Ngobrol Bareng yang diselenggarakan oleh MNC Trijaya FM. Acara tersebut berdurasi satu jam yaitu sekitar pukul 15.00 s/d 16.00 dan ditayangkan secara daring melalui aplikasi RCTI+, laman Instagram, Facebook serta kanal Youtube dari MNC Trijaya FM. Dipandu oleh host yang luar biasa, Gaib Maruto Sigit selaku pemimpin redaksi, membuat bincang-bincang siang itu terasa sangat menarik, ditambah lagi dengan tema yang tentunya semakin menambah antusias para warganet yang menyaksikan acara ngobar tersebut yaitu aksi kemanusiaan di tengah pandemi.

Di awal acara bincang-bincang tersebut, Agus Mashud S. Asngari selaku Presiden Direktur dari Pertamina Foundation mengungkapkan seperti apa Pertamina Foundation itu sendiri, di mana peran yayasan itu sebagai perpanjangan tangan dari CSR Pertamina yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. Dalam tugasnya, Pertamina Foundation mengakomodir isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat dan menjadi fokus kementrian BUMN melalui program-program yang dimiliki. Selain itu, Agus juga mengungkapkan beberapa program yang sudah sukses sebelumnya dan cukup dikenal oleh masyarakat seperti program Pertamina Soccer School yang kita kenal dari film Laskar Pelangi dan seluruh pemain laskar pelangi diberikan beasiswa oleh Pertamina Foundation, program 100 juta pohon serta mengirimkan guru ke daerah-daerah pelosok di Indonesia yaitu program Relawan Guru Sobat Bumi. Semua program itu bertujuan agar Pertamina Foundation tidak hanya menjadi yayasan terbaik di Indonesia, namun juga setara dengan World Class Foundation.

“Kita mempunyai gerakan yang luar biasa, yaitu, We create, we give and we collaborate,” pungkas Agus terkait misi mereka dalam membentuk World Class Foundation di tahun 2035. Untuk mewujudkan hal itu, Pertamina Foundation mempunyai 5 program andalan yang disebut dengan PF-Series, diantaranya PFPrestasi, PFSains, PFMuda, PFPreneurs dan PFBangkit. Program dari PF-Series ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang tentunya sangat bermanfaat bagi semua orang.

Terkait dengan Covid-19, Gaib Maruto Sigit selaku host mengaku penasaran dengan gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh Pertamina Foundation selama pandemi menyerang. “Pandemi Covid-19 ini datang secara tiba-tiba, tidak ada yang mengetahui bahkan siap menghadapi peristiwa seperti ini, baik LSM, perusahaan ataupun negara. Pandemi ini tentunya mempunyai dampak yang sangat signifikan kepada masyarakat. Maka dari itu, peran Pertamina Foundation sangat dibutuhkan dalam hal ini, terlebih lagi dengan berbagai macam program yang sudah dirancang sebelumnya dan pastinya tetap harus dilaksanakan,” ungkap Gaib terkait gerakan kemanusiaan yang sudah, sedang ataupun akan dilaksanakan oleh Pertamina Foundation.

Seperti yang kita tahu, sudah lima bulan Indonesia diserang oleh wabah Covid-19. Hal tersebut berdampak negatif terhadap beberapa sektor seperti sektor ekonomi dan sektor pendidikan. Wabah Covid-19 mengakibatkan pendapatan ekonomi menurun, banyak perusahaan terpaksa harus memberhentikan para pegawainya dikarenakan kurangnya pemasukan. Hal itu tentunya berakibat buruk bagi para pegawai dan mengakibatkan mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak hanya itu, dilihat dari sektor pendidikan, banyak lembaga pendidikan yang akhirnya harus melakukan kegiatan belajar megajar secara daring dan tentunya hal itu akan cukup sulit dilakukan oleh pelajar maupun mahasiswa karena tidak semua orang bisa dengan mudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran seperti itu. Ditambah lagi dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli pulsa dan kuota yang tentunya tidaklah murah. Untuk menjawab semua itu, Pertamina Foundation mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi keadaan tersebut dan menjadi layanan terbaik bagi para masyarakat terdampak Covid-19, yaitu melalui seluruh program andalannya yang tetap diluncurkan meski di tengah pandemi seperti ini.

Dalam menghadapi situasi pandemi seperti ini, Pertamina Foundation menginvestasikan seluruh dana yang dimiliki terhadap semua area digital resmi seperti website ataupun media sosial. Jadi, dengan pengambilan keputusan seperti ini, Pertamina Foundation mengharapkan agar seluruh program dapat diakses melalui perangkat-perangkat digital sehingga program-program dapat dilaksanakan secara daring. Seperti contoh program PFPrestasi yang sudah berjalan April lalu, yaitu Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2020, di mana mulai dari proses pendaftaran sampai terpilihnya beswan dilakukan secara daring. Selain itu, Pertamina Foundation juga tengah meluncurkan program andalan dari PFSains yaitu Kompetisi Sobat Bumi 2020 Proyek Inovasi Energi Baru & Terbarukan bagi para generasi muda kreatif dan inovatif di Indonesia, yang juga dilaksanakan secara daring. Tidak sampai disitu, program PF Bangkit yang berdampak sangat besar dalam penanggulangan virus corona pun dilakukan secara digital, mulai dari penggalangan dana sampai pelaporan. Kendati demikian, penyaluran bantuan tetap dilakukan secara tatap muka langsung dengan masyarakat terdampak namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Beberapa penyaluran bantuan bagi masyarakat yang sudah dilaksanakan selama pandemi ini diantaranya pemberian makanan gratis pada petugas kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), penyedian wisma bagi tenaga kesehatan Covid-19, pembagian hand sanitizer gratis, bahkan pemberian masker serta dana pulsa dan kuota bagi masyarakat marginal. Melalui proses kerja digitalisasi tersebut, seluruh program yang sudah disiapkan sebelumnya dapat terlaksana dengan sukses meskipun di tengah wabah Pandemi Covid-19. Terkait dengan karyawan dari Pertamina Foundation sendiri, pekerjaan dilakukan dari rumah atau work from home karena kesehatan pegawai adalah yang utama. Namun, meskipun begitu pegawai dituntut untuk tetap produktif dalam melaksanakan tugasnya. Adapun beberapa program yang akan segera dilaksanakan adalah PFPreneurs yang ditujukan kepada para pengusaha wanita yang sukses di Indonesia dan program PFMuda yang berfokus kepada generasi muda yang peduli akan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat melalui bisnis, tulisan (jurnalistik), foto dan video. Seluruh program itu tak mendapatkan dampak sama sekali dari pandemi covid-19. Itulah yang menyebabkan Pertamina Foundation menjadi salah satu yayasan yang cukup dipertimbangkan di Indonesia. “Dasar dari Pertamina Foundation adalah mempunyai komitmen untuk memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” tutup Agus mengakhiri bincang-bincang tersebut.

ini diantaranya pemberian makanan gratis pada petugas kesehatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), penyedian wisma bagi tenaga kesehatan Covid-19, pembagian hand sanitizer gratis, bahkan pemberian masker serta dana pulsa dan kuota bagi masyarakat marginal. Melalui proses kerja digitalisasi tersebut, seluruh program yang sudah disiapkan sebelumnya dapat terlaksana dengan sukses meskipun di tengah wabah Pandemi Covid-19. Terkait dengan karyawan dari Pertamina Foundation sendiri, pekerjaan dilakukan dari rumah atau work from home karena kesehatan pegawai adalah yang utama. Namun, meskipun begitu pegawai dituntut untuk tetap produktif dalam melaksanakan tugasnya. Adapun beberapa program yang akan segera dilaksanakan adalah PFPreneurs yang ditujukan kepada para pengusaha wanita yang sukses di Indonesia dan program PFMuda yang berfokus kepada generasi muda yang peduli akan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat melalui bisnis, tulisan (jurnalistik), foto dan video. Seluruh program itu tak mendapatkan dampak sama sekali dari pandemi covid-19. Itulah yang menyebabkan Pertamina Foundation menjadi salah satu yayasan yang cukup dipertimbangkan di Indonesia. “Dasar dari Pertamina Foundation adalah mempunyai komitmen untuk memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” tutup Agus mengakhiri bincang-bincang tersebut.